Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Februari 2009

HARTA KARUN

Seorang Bapak  bernama Jhon, mempunyai satu hektar tanah dan tujuh orang anak. Pak Jhon sering sakit-sakitan dan  kebingungan untuk membagi satu hektar tanah tersebut kepada ketujuh anaknya.

Ketika pak Jhon merasa bahwa dirinya hampir mendekati ajal, beliau memanggil ketujuh anaknya itu dan memberikan pesan kepada mereka " Sebentar lagi, bapak akan meninggalkan kalian dan dunia ini. Bapak tidak meninggalkan harta buat kalian,  selain satu hektar tanah milik kita.  Di dalam tanah milik kita ini, tersimpan harta karun yang banyak dan tak akan pernah habis "

Setelah memberikan pesan, beliau meninggal dunia dan dikuburkan oleh ketujuh anaknya tersebut. Anak-anak Pak Jhon, sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan harta karun yang ada di tanah mereka. Dengan menggunakan cangkul dan peralatan yang ada, mereka kemudian mulai menggali tanah. Sudah sebulan mereka menggali, membongkar setiap jengkal tanah milik mereka namun harta karun tidak kunjung ditemukan.

Rasa penasaran dan umpatan kemarahan terlontar dari bibir anak-anak Pak Jhon. Tanpa terasa, sudah dua bulan mereka terus mencari dan mencari tetapi harta itu tak pernah ditemukan. Akhirnya dalam keletihan yang amat, mereka memutuskan untuk berhenti.

Salah satu  anak dari  pak Jhon bernama Rul, memanggil saudara-saudaranya dan berkata kepada mereka bahwa"Harta karun seperti yang ayah katakan itu memang ada, yakni tanah ini. Kita harus mengolah tanah ini dengan menanam segala macam tanaman seperti :jagung,padi,dll. Untuk kebutuhan kita dan anak-anak kita. Karena tanah ini adalah harta karun yang sesungguhnya". Mereka semua akhirnya sadar dan mulai dengan giatnya mengolah tanah tersebut.

Sumber daya alam di negeri kita memang sangat berlimpah tetapi kenapa kita masih terus hidup dalam kemiskinan? Anda yang merenungkannya sendiri....... S   a  l   a  m

Read more...

Rabu, 21 Januari 2009

Sebuah Ilustrasi

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu – minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri dari pada memaku dipagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari – hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: : “ Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar.” Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Kawan – kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman – temanmu betapa kau menyukai mereka.

Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman. Walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimnya kepada-Mu. Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.

“ Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.”


Read more...

About This Blog

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP